Friday, 06 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Kompromi Senat AS Membuka Jalan Berakhirnya Penutupan Pemerintah
Tuesday, 11 November 2025 07:28 WIB | GLOBAL ECONOMIC |Ekonomi Global

Penutupan pemerintah terlama dalam sejarah Amerika Serikat bisa segera berakhir minggu ini. Hal ini terjadi setelah Senat mencapai kompromi untuk memulihkan pendanaan federal, yang lolos dari rintangan awal pada Minggu malam. Meski begitu, masih belum jelas kapan Kongres akan memberi persetujuan akhir.

Kesepakatan ini akan mengembalikan pendanaan untuk lembaga-lembaga federal yang kehabisan dana sejak 1 Oktober. Langkah ini memberikan kelegaan bagi banyak pihak, seperti keluarga berpenghasilan rendah yang kehilangan subsidi pangan, ratusan ribu pegawai federal yang belum menerima gaji selama lebih dari sebulan, serta para pelancong yang terdampak ribuan pembatalan penerbangan.

Pendanaan pemerintah akan diperpanjang hingga 30 Januari, membuat pemerintah federal tetap berjalan - meskipun berarti utang nasional akan terus bertambah sekitar $1,8 triliun per tahun, dari total utang yang kini mencapai $38 triliun.

Saat ini, Partai Republik yang dipimpin Presiden Donald Trump memegang mayoritas di Kongres. Namun, Partai Demokrat memanfaatkan aturan Senat yang mensyaratkan 60 dari 100 suara untuk meloloskan sebagian besar undang-undang. Mereka menggunakan aturan itu untuk memperjuangkan perpanjangan subsidi asuransi kesehatan bagi 24 juta warga AS, yang akan berakhir pada akhir tahun ini. Kompromi Senat tersebut juga menetapkan bahwa pemungutan suara untuk RUU layanan kesehatan akan dilakukan pada bulan Desember.

Keputusan delapan anggota Demokrat moderat untuk mendukung kesepakatan ini memicu kemarahan sebagian anggota partai, terutama setelah kemenangan Demokrat di beberapa wilayah penting seperti New Jersey dan Virginia, serta terpilihnya seorang sosialis demokrat sebagai wali kota New York City berikutnya. Banyak anggota partai khawatir tidak ada jaminan bahwa RUU layanan kesehatan itu nantinya akan lolos di Senat atau DPR.

"Kami berharap bisa berbuat lebih banyak," kata Senator Dick Durbin dari Illinois, wakil pemimpin Demokrat di Senat. "Penutupan pemerintah sebenarnya bisa jadi kesempatan untuk mendorong kebijakan yang lebih baik. Tapi ternyata tidak berhasil."

Sebuah jajak pendapat Reuters/Ipsos pada akhir Oktober menunjukkan bahwa 50% warga AS menyalahkan Partai Republik atas penutupan ini, sementara 43% menyalahkan Partai Demokrat.

Sementara itu, saham-saham AS naik pada hari Senin, didorong oleh kabar adanya kemajuan kesepakatan untuk membuka kembali pemerintahan.

Demokrat Moderat Jadi Perantara Kesepakatan

Kesepakatan hari Minggu tersebut ditengahi oleh Senator Demokrat Maggie Hassan dan Jeanne Shaheen dari New Hampshire, serta Senator Angus King, seorang independen dari Maine, menurut sumber yang mengetahui perundingan itu.

Trump sebelumnya membatalkan miliaran dolar pengeluaran dan memangkas ratusan ribu gaji pegawai federal, yang dianggap melanggar kewenangan konstitusional Kongres dalam urusan fiskal. Tindakan itu juga melanggar undang-undang pengeluaran yang telah disetujui sebelumnya oleh Kongres. Karena itu, beberapa politisi Demokrat mempertanyakan mengapa mereka harus menyetujui kesepakatan pengeluaran baru jika tindakan semacam itu bisa terulang.

Kesepakatan kali ini tidak mencakup batasan khusus untuk mencegah Trump melakukan pemotongan anggaran lebih lanjut. Namun, kesepakatan tersebut akan menghentikan sementara kampanyenya untuk mengurangi jumlah pegawai federal, dengan melarang pemecatan hingga 30 Januari.

Selain itu, kesepakatan juga akan mendanai program subsidi pangan SNAP hingga 30 September tahun depan, agar program tersebut tidak terganggu jika terjadi penutupan lagi di masa mendatang.

Masih ada beberapa langkah yang harus dilakukan sebelum kesepakatan ini bisa menjadi undang-undang. Senat harus mencapai kesepakatan bipartisan (dua partai) agar bisa mempercepat pemungutan suara final. Jika tidak, prosesnya bisa memakan waktu hingga akhir minggu depan, memperpanjang penutupan pemerintah lebih lama lagi.

DPR Bisa Bertindak Cepat

Ketua DPR Mike Johnson mengatakan bahwa DPR bisa mengesahkan RUU tersebut secepatnya pada hari Rabu, dan kemudian mengirimkannya kepada Trump untuk ditandatangani menjadi undang-undang - asalkan Senat bertindak cepat.

"Saya pikir kita akan meloloskannya dari DPR dan membawanya ke meja presiden," katanya kepada Fox Business.

Namun, jika pemerintah tetap tutup lebih lama lagi, pertumbuhan ekonomi AS bisa menjadi negatif pada kuartal keempat, terutama jika penerbangan belum kembali normal pada libur Thanksgiving tanggal 27 November, menurut penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett. (azf)

Sumber: Investing

RELATED NEWS
Mahkamah Agung vs Tarif: Pasar Siaga Guncangan...
Thursday, 8 January 2026 20:09 WIB

Putusan Mahkamah Agung yang akan datang mengenai legalitas tarif besar-besaran yang diluncurkan Presiden Donald Trump pada bulan April, yang sempat mengguncang pasar, menjadi salah satu ujian besar be...

Tanker Rusia Disita, Trump Gencarkan Kendali Minyak Venezuela...
Thursday, 8 January 2026 15:54 WIB

AS menyita dua kapal tanker minyak yang terkait dengan Venezuela di Samudra Atlantik pada hari Rabu, satu di antaranya berlayar di bawah bendera Rusia, sebagai bagian dari upaya agresif Presiden Donal...

Sekutu Eropa Bersiap, Prancis Antisipasi Langkah AS Di Greenland...
Wednesday, 7 January 2026 17:56 WIB

Prancis bekerja sama dengan para mitra untuk menyusun rencana tentang bagaimana menanggapi jika Amerika Serikat bertindak sesuai ancamannya untuk mengambil alih Greenland, kata seorang menteri pada ha...

PBB: Dunia Makin Tidak Aman Usai Aksi AS di Venezuela...
Tuesday, 6 January 2026 20:38 WIB

Komunitas internasional harus memperjelas bahwa intervensi AS di Venezuela merupakan pelanggaran hukum internasional yang membuat dunia menjadi kurang aman, kata Kantor Komisioner Tinggi PBB untuk Hak...

Trump Ancam Iran soal Penindakan Protes di Tengah Kerusuhan Mematikan...
Friday, 2 January 2026 23:55 WIB

Presiden AS Donald Trump mengancam pada hari Jumat untuk membantu para demonstran di Iran jika pasukan keamanan menembaki mereka, beberapa hari setelah kerusuhan yang telah menewaskan beberapa orang d...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS